telkomsel

TerjangNews.com-Jakarta Pemerintah Iran menyatakan terbuka untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS) guna menjembatani perbedaan yang ada.  Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa proses diplomasi hanya dapat berjalan jika syarat-syarat yang mereka ajukan dipenuhi dan dihormati oleh pihak lawan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi sendiri dilaporkan telah mendarat di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026) malam.

Kunjungan ini disebut merupakan bagian dari upaya Teheran untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara tetangga. "Teheran sedang berkoordinasi dengan tetangga-tetangganya dan (Menlu) akan melanjutkan perjalanan ke ibu kota lain seperti Moskwa dan Oman," bunyi pernyataan resmi dari Teheran.

Salah satu tuntutan utama yang ditekankan oleh pejabat Iran dalam beberapa hari terakhir adalah pengakhiran blokade laut oleh AS Teheran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi selama blokade angkatan laut oleh AS masih berlangsung. Iran juga secara eksplisit menyatakan bahwa mereka tidak akan berunding di bawah ancaman maupun tekanan dari pihak AS. Pasalnya, Iran menganggap blokade laut yang terjadi saat ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Delegasi AS Diberitakan, AS mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam jumpa pers pada Jumat (24/4/2026).  Kepastian pemberangkatan dua utusan AS tersebut membawa angin segar direalisasikannya perundingan damai putaran kedua.

Menurut Leavitt, kedua utusan tersebut dijadwalkan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) pagi waktu AS untuk melanjutkan proses negosiasi, sebagaimana dilansir BBC (Man)