TerjangNews.com-Jakarta Iran mengeklaim berada di posisi unggul dalam konflik bersenjata melawan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada Sabtu (18/4/2026). Ghalibaf menegaskan, Iran “menang di medan perang” dan menyebut AS gagal mencapai tujuan militernya. Jika kami menerima gencatan senjata, itu karena pihak mereka menerima tuntutan kami,” ujar Ghalibaf, merujuk pada Amerika Serikat, sebagaimana dilansir AFP.
Israel Cemas Perundingan AS-Iran, Trump Ancam ”Fase Dua” Artikel Kompas.id Gencatan senjata masih belum pasti Gencatan senjata sementara antara Iran dan AS saat ini berlangsung selama dua pekan dan dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang. Tetapi, masa depan kesepakatan tersebut masih belum jelas karena negosiasi menuju perjanjian permanen belum mencapai titik final.
Upaya mediasi, termasuk yang difasilitasi oleh Pakistan, masih terus dilakukan. Meski demikian, sejumlah isu krusial dalam perundingan disebut belum menemukan titik temu. Dalam pidatonya, Ghalibaf juga menyebut negosiasi merupakan bagian dari strategi Iran untuk mempertahankan kepentingannya. “Upaya musuh adalah memaksakan tuntutan kepada kami. Karena itu, penting bagi kami untuk menegaskan hak-hak kami. Negosiasi adalah salah satu metode perjuangan,” katanya, dikutip dari Tasnim News Agency.
Sebelumnya, Ghalibaf bersama delegasinya diketahui melakukan pertemuan tertutup di Islamabad, Pakistan, dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada 11 April lalu. Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi antara kedua negara sejak sebelum Revolusi Islam Iran 1979. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan akhir.
Hingga kini, pejabat dari kedua pihak masih membuka peluang kelanjutan dialog, meski belum ada jadwal pasti untuk putaran negosiasi berikutnya. Situasi ini menandakan bahwa meski konflik mereda sementara, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari benar-benar berakhir. (tar)


