Jakarta - Meskipun perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang digelar di Islamabad pada 11–12 April gagal menghasilkan kesepakatan damai, peran proaktif Pakistan dalam memediasi konflik global tersebut mendapat apresiasi luas dari komunitas internasional.
Tidak hanya delegasi Teheran yang menyampaikan terima kasih kepada Islamabad yang memfasilitasi perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump juga memuji Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif serta Marsekal Lapangan, Asim Munir atas upaya mereka.
"Mereka adalah orang-orang yang luar biasa dan terus-menerus berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkan 30 hingga 50 juta nyawa dalam perang mengerikan yang seharusnya terjadi dengan India," ujar Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
Untuk saat ini, negosiasi antara Iran dan AS mengalami kebuntuan. Namun, masih ada kemungkinan pembicaraan tersebut dapat dihidupkan kembali dalam beberapa hari ke depan sebelum batas waktu gencatan senjata pada 22 April 2026.
"Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya memiliki senjata nuklir dan tidak akan membuat fasilitas pendukung untuk mencapainya," kata Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS, di Islamabad pada Minggu (12/04)
