TerjangNews.com-Jakarta Uni Eropa dikabarkan meningkatkan produksi drone untuk dapat melindungi warga Eropa dari ancaman perang. Yang mana saat ini peperangan modern berkembang jauh melampaui senjata dasar, dan drone tanpa awak kini populer digunakan. Perang yang sedang berlangsung saat ini seperti di Ukraina dan Iran, menunjukkan bahwa senjata drone digunakan dalam jumlah besar, menyebabkannya mudah terkuras habis.
Namun, perkiraan menunjukkan bahwa Iran dapat memproduksi sekitar 400 drone Shahed per hari, dengan kapasitas bulanan hingga 12.000 unit. Sementara itu, negara-negara Eropa masih sangat bergantung pada pemasok asing untuk drone, sehingga menciptakan kerentanan strategis. Dikutip dari Euronews, Senin (13/4/2026), Uni Eropa ingin mengurangi ketergantungan ini dengan membangun kapasitas industrinya sendiri. Mereka memperkenalkan program pendanaan baru untuk mendukung manufaktur drone, yakni Program Industri Pertahanan Eropa.
Mereka juga tengah menyiapkan subsidi baru untuk meningkatkan komponen-komponen kunci yang digunakan dalam sistem drone, serta mekanisme pendanaan yang lebih cepat untuk mendukung perusahaan rintisan dan inovasi. Baca juga: Iran Nyatakan Siap Hadapi Serangan Baru, Klaim Produksi Drone Tempur Melesat 10 Kali Lipat Produksi drone jadi prioritas utama Lihat Foto Drone Shahed-136 milik Iran.
Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.(Wikimedia Commons) Drone telah menjadi prioritas dan Uni Eropa bergegas untuk mengembangkan dan menguji teknologi baru, dengan bekerja sama dengan mitra seperti Ukraina. Selain itu, pemerintah juga berinvestasi dalam sistem untuk mendeteksi dan menghentikan drone musuh, serta mengembangkan standar baru untuk memastikan sistem yang aman dan andal.
Menurut laporan Euronews, Selasa (14/4/2026), Uni Eropa telah meluncurkan Inisiatif Pertahanan Drone Eropa 2026 (EDDI) untuk membangun perisai berlapis dan menyeluruh (360 derajat) dari sistem anti-drone yang beroperasi pada tahun 2027. (tar)

